Langsung ke konten utama

6 TEMPAT UNTUK MENIKMATI MIDNIGHT SUN, MATAHARI DI TENGAH MALAM

 6 Tempat untuk Menikmati Midnight Sun, Matahari di Tengah Malam

 

expedition.com

Malang, LPM AQUA-Minggu (02/01/2022) Jika biasanya malam dan siang hari berlangsung dengan lama yang hampir sama sekitar 12-13 jam, namun ada beberapa tempat di bumi ini yang memiliki siang hari sampai lebih dari 24 jam. Bahkan di antaranya ada yang sampai berhari-hari. Fenomena ini dikenal dengan sebutan midnight sun, dimana matahari tidak terbenam selama 24 jam bahkan lebih.

Fenomena ini merupakan kebalikan dari polar night, dimana daerah yang terjadi fenomena polar night tidak bisa melihat matahari terbit selama berhari-hari. Hal seperti ini merupakan akibat bumi yang berevolusi dengan kemiringan hingga 23,50 derajat. Berikut beberapa tempat di bumi yang mengalami fenomena midnight sun.


1.           Lapland di Swedia

discover-the-world.com

Lapland merupakan salah satu kota yang terletak di Swedia, tepatnya di paling utara negara Swedia. Kota ini meliputi area yang sangat luas, sekitar 109.702 kilometer persegi. Dengan sedemikiannya luasnya, hampir seperempat luas Swedia berada di Lapland.

Kota ini juga menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan untuk menikmati aurora borealis yang sangat indah. Selain itu, di sini juga terjadi fenomena midnight sun. Fenomena yang biasanya terjadi di bulan Juni saat musim panas ini, sering kali dimanfaatkan wisatawan untuk mendaki tengah malam ke Abisko National Park.


2.            Murmansk di Rusia

rbth.com

Kota Murmansk yang terletak di Rusia, juga bisa kalian jadikan destinasi liburan untuk menikmati fenomena matahari tengan malam. Seperti kota-kota lain di lingkar arktik, kota ini akan mengalami midnight sun pada musim panas. Murmansk mengalami musim panas yang akan berlangsung pada bulan Juni hingga Juli. Banyak pesta yang akan digelar di sini selama midnight sun berlangsung.

 

3.              Hammerfest di Norwegia

cruisemapper.com

Norwegia memang terkenal menjadi tujuan wisata untuk menikmati pemandangan aurora yang menawan. Selain itu, di kota Hammerfest kalian juga dapat menikmati fenomena midnight sun yang sangat langka. Kota yang memiliki luas total 848,27 kilometer persegi ini, biasanya mengalami fenomena matahari tengah malam dari bulan Mei hingga akhir Juli.

 

4.            Inuvik di Kanada

justluxe.com

Kanada juga memiliki kota yang dapat dijadikan tempat menikmati fenomena matahari tengah malam. Tepatnya di kota Inuvik, yang terletak di wilayah barat laut Kanada. Kota dengan luas 62,48 kilometer persegi ini akan mengalami midnight sun pada musim panas yang biasanya berlangsung dari bulan Juni hingga Juli.

 

5.               Ilulissat di Greenland

greenland-travel.com

Tempat lain untuk menikmati fenomena matahari tengan malam terdapat di kota Ilulissat, Greenland. Kota ini terletak sekitar 220 mil dari lingkar arktik utara, serta memiliki populasi penduduk yang terbesar ke-3 di Greenland. Namun kota ini hanya mengalami musim panas yang sangat singkat, tidak seperti di tempat-tempat lain yang musim panasnya bisa berlangsung sampai 3 bulan.


6.               Svalbard di Norwegia

cruisemapper.com

Svalbard merupakan kota yang berada di negara Norwegia. Kota yang memiliki luas total 61, 022 kilometer persegi ini, terletak diantara Norwegia dan Kutub Utara. Di kota ini kalian juga bisa menikmati fenomena matahari tengan malam yang terjadi di musim panas. Kalian juga dapat mengabadikan momen di sini dengan keindahan pemandangan alam yang dimiliki oleh kota ini.

Itulah tadi beberapa kota di belahan bumi yang mengalami fenomena midnight sun, berminat berkunjung ke tempat-tempat di atas? Semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah wawasan kamu ya. (anw)

 

Oleh:

Mutahassin Bilhaq
Pernah terbit di IDN Times

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...