Langsung ke konten utama

HARIAN KAMPUS: MENYIKAPI ADANYA PELAKSANAAN KEBIJAKAN HYBRID LEARNING

Menyikapi Adanya Pelaksanaan Kebijakan Hybrid Learning

Stanley Morales_pexels.com

 

Malang, LPM AQUA-Jumat (21/01/2022) Pandemi covid-19 belum berlalu. Masih banyak hal yang terdampak oleh pandemi, salah satunya pendidikan. Dalam masa pandemi covid-19 saat ini, masyarakat dituntut untuk dapat menyesuaikan dan menjaga diri masing-masing di dalam melaksanakan program suatu pembelajaran.

Dilihat dari dua tahun ke belakang, proses pembelajaran semua jenjang pendidikan dilakukan secara daring di rumah masing-masing. Semua itu dilakukan untuk menekan angka penyebaran covid-19. Terlebih lagi belum adanya vaksin covid-19 pada saat itu. Mau tak mau, tenaga pendidik dan mahasiswa diharuskan untuk work from home (wfh).

Proses pemberian materi yang terbatas jaringan, tidak dapat menggunakan fasilitas kampus terutama saat praktikum berlangsung, menurunnya interaksi langsung antar mahasiswa selama perkuliahan dan terbatasnya kegiatan mahasiswa dalam berorganisasi merupakan beberapa permasalahan yang dihadapi mahasiswa mapun tenaga pendidik selama pandemi berlangsung.

Menanggapi permasalahan pendidikan tersebut, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi membuat suatu terobosan baru untuk membantu agar pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan maksimal. Didukung dengan tingkat kenaikan covid yang sudah tidak separah sebelumnya dan prioritas pemberian vaksin bagi tenaga pendidik dan mahasiswa yang sudah hampir terpenuhi, menjadikan terbentuknya kebijakan Hybrid Learning.

Hybrid learning yaitu suatu metode dalam pembelajaran yang mana mengkombinasikan serta menggabungkan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Oleh karena itu dalam penyelenggaraannya, terdapat peserta didik dan juga tenaga pendidik dengan sistem pembelajaran tatap muka langsung dengan kuota yang ditetapkan.

Dirjen Dikti menjelaskan bahwa kebijakan ini hanya mengizinkan suatu penyelenggaraan perkuliahan tatap muka dengan aktivitas akademik lain dalam bentuk kegiatan penelitian dan juga pengabdian masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat. Artinya, dibalik kebijakan tersebut masih terdapat beberapa kegiatan pembelajaran yang dibatasi oleh Dirjen Dikti demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Dirjen Dikti juga menyebutkan persyaratan yang wajib dipatuhi perguruan tinggi dalam persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan pembelajaran tatap muka.

Jika perguruan tinggi sudah dapat memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh Dirjen Dikti, maka segala bentuk penyelenggaraan atau pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hybrid Learning masih menuai pro dan kontra dalam pelaksanaannya, yang mana sistem Hybrid Learning ini juga mempunyai kelebihan dan juga kelemahannya tersendiri.

Keunggulan Hybrid Learning diantaranya dapat membuka kembali kesempatan untuk bersosialisasi antar mahasiswa dan tenaga pendidik, lebih maksimalnya mahasiswa dalam mendapat fasilitas kampus, serta penyampaian materi oleh tenaga pendidik lebih maksimal. Dampak positif juga dapat dirasakan oleh penjual makanan yang ada dikantin fakultas maupun universitas yang kembali mendapatkan keuntungan.

Dibalik keunggulannya pasti terdapat kekurangan dari Hybrid Learning, yaitu tuntutan untuk dapat me-manage waktu belajar saat dilakukan proses pembelajaran secara daring, masih bergantungnya mahasiswa terhadap perangkat dan jaringan internet selama proses perkuliahan daring berlangsung, serta masih kurang ratanya mahasiswa yang dapat menggunakan fasilitas kampus dengan lengkap.

Kelebihan, kekurangan juga persyaratan dalam menjalankan sistem hybrid learning perlu disikapi dengan bijak. Kekurangan dalam menjalankan metode pembelajaran ini dapat dicari solusi penyelesaiannya. Pembelajaran sistem Hybrid Learning perlu dimanfaatkan dengan baik supaya bisa sukses dalam menjalankan kebijakan pada situasi yang aman bagi mahasiswa dan civitas akademik.

Lalu, bagaimana tindakan yang di ambil oleh Universitas Brawijaya terkait hal tersebut?

Universitas Brawijaya mendukung penuh terhadap adanya perkuliahan tatap muka dengan sistem hybrid, pun dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Surat edaran berisi aturan-aturan sudah disebarkan. Setelah lama menanti kabar tentang keputusan untuk sistem perkuliahan di semester genap ini, akhirnya FPIK memutuskan untuk melakukan hybrid learning dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Namun, sayangnya keputusan hybrid learning oleh FPIK hanya ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2019 saja.

Sistem pembelajaran hybrid learning yang akan dilaksanakan tentunya patut untuk ditinjau kembali, apakah sudah sesuai dengan aturan awal yang dijelaskan pada surat edaran atau belum. Selain itu, perlu dilihat juga efektif atau tidaknya sistem pembelajaran tersebut berlangsung. (anw)

 

 

Sumber:

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/12/perkuliahan-dapat-dilakukan-secara-tatap-muka-dan-dalam-jaringan-tahun-2021

https://www.google.com/amp/s/www.duniadosen.com/hybrid-learning/amp/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...