Langsung ke konten utama

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

 Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

Pernah mendengar tentang antimateri?


Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri.

1.    Penemuan Antimateri

Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini.

2.    Keberadaan antimateri di alam semesta

Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat ini, masih sedikit informasi mengenai antimateri di alam semesta. Menurut teori Big Bang, jumlah materi dan antimateri adalah sama ketika awal alam semesta tercipta. Ada juga teori yang mengatakan bahwa materi tercipta terlebih dahulu, kemudian ketika antimateri tercipta mereka saling menghancurkan sehingga hanya tersisa materi yang membentuk planet, bintang, galaksi, dan seluruh yang ada di alam semesta.

3.    Alat pembuat antimateri

European Organization for Nuclear Research (CERN) memiliki alat bernama Atom Smasheryang bisa menciptakan antimateri. Alat ini berupa saluran panjang yang dikelilingi magnet super kuat yang bisa membuat atom bergerak mendekati kecepatan cahaya lalu menabrak target dan menghasilkan antimateri. Antimateri yang dihasilkan pun hanya sepertriliun gram setiap tahunnya.

Pada 2010, setelah melewati 335 eksperimen, para ilmuan di CERN menyatakan bahwa mereka berhasil membuat 38 antihidrogen, namun hanya bertahan selama 170 milidetik.

4.    Butuh sekitar USD62 triliun (atau Rp874 kuadraliun) untuk membuat satu gram antimateri

Antimateri adalah materi paling mahal di bumi. Badan antariksa Amerika Serikat memperkirakan untuk membuat satu gram antimateri membutuhkan biaya sekitar USD62 triliun. Hal itu mengingat antimateri sangat sulit diciptakan dan dipertahankan dengan teknologi yang ada sekarang.

5.    Kekuatan antimateri

Jika materi dan antimateri bertemu, akan menghasilkan energi yang sangat besar. Jika terdapat satu gram antimateri yang direaksikan dengan satu gram antimateri, kekuatannya setara dengan dua buah bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima. Para ilmuan juga percaya bahwa energi yang dihasilkan adalah energi terbesar di alam semesta.

6.    Sumber energi yang sangat besar

Antimateri bisa saja menjadi sumber energi yang sangat besar dan bermanfaat bagi manusia, mengingat besarnya energi yang dihasilkan dari reaksi antara antimateri dan materi. Namun, untuk menghasilkan satu gram antimateri dengan teknologi yang ada sekarang ini, manusia membutuhkan waktu sekitar 100 juta tahun.



oleh : Mutahassin Bilhaq-IDN Times 

pernah diterbitkan di IDN Times

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...