Langsung ke konten utama

HARIAN AQUA (Vol. 24): SERTIFIKASI AQAS FPIK UB: APA DAMPAKNYA BAGI FAKULTAS DAN MAHASISWA?

Sertifikasi AQAS FPIK UB: Apa Dampaknya bagi Fakultas dan Mahasiswa?

(Sumber: Dok. LPM AQUA)

Malang, LPM AQUA-Selasa (21/06/2022) AQAS (Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programmes) menjadi salah satu cara yang digunakan oleh FPIK UB untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pada kesempatan kali ini, FPIK UB menjadi salah satu fakultas yang telah melakukan sertifikasi AQAS pada 06 Juni 2022 hingga 11 Juni 2022. Namun, sejatinya apa dampak yang bisa didapatkan oleh FPIK dan mahasiswa FPIK dengan hasil sertifikasi AQAS tersebut dan bagaimana proses sertifikasi tersebut berlangsung? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Apa itu AQAS?


(Sumber: wikipedia.com)

AQAS atau Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programmes merupakan sebuah lembaga akreditasi internasional yang menilai standar kualitas universitas yang ada di dunia berdasarkan standar pendidikan tinggi Eropa. Adanya sertifikasi AQAS ini akan membantu perguruan tinggi atau instansi pendidikan untuk meningkatkan sistem pendidikannya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mendorong internasionalisasi pendidikan dan mencoba menyamakan standar pendidikan tinggi yang ada di Indonesia dengan standar pendidikan tinggi di negara maju, termasuk Eropa.

“AQAS ini kan standar yang diacu adalah standar pendidikan di Eropa. Nah, kenapa AQAS dipilih, salah satunya karena pemerintah Indonesia (re: yang bertujuan) untuk mendorong internasionalisasi pendidikan, mencoba menyamakan standar-standar pendidikan tinggi yang ada di Indonesia dengan standar pendidikan tinggi di negara maju, termasuk di Eropa,” jelas Pak Andi selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik FPIK UB.

Apa saja persiapan yang dilakukan oleh FPIK?

Persiapan yang perlu dilakukan oleh FPIK untuk sertifikasi AQAS yaitu mempersiapkan beberapa dokumen, salah satunya dokumen evaluasi diri atau self evaluation report. Dokumen tersebut nantinya akan dikirimkan ke pihak AQAS dan akan ditindak lanjuti terkait dengan poin-poin apa saja yang perlu diperbaiki dari FPIK UB. Tahapan selanjutnya akan dilakukan visitasi secara daring yang kemudian dilanjutkan dengan visitasi secara fisik. Saat visitasi secara daring, tim AQAS mengevaluasi dokumen self evaluation report. Sedangkan nantinya saat visitasi secara fisik, tim penguji AQAS akan mem-verifikasi fasilitas fisik yang ada di FPIK UB.

“Pada prinsipnya untuk menghadapi persiapan AQAS ini kita bisa membagi ada empat tahapan yang kita lakukan, yang pertama adalah mempersiapkan dokumen evaluasi diri atau self evaluation report. Penyiapan dokumen self evaluation report ini memakan waktu, dimulai sekitar 2 tahunan yang lalu,” jelas Pak Andi.

Bagaimana sistem pelaksanaan sertifikasi AQAS?

Sertifikasi AQAS dilakukan dalam empat tahapan, yaitu persiapan dokumen, penilaian oleh tim AQAS, proses revisi, serta proses visitasi. Tahap pertama, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa lembaga pendidikan yang ingin melakukan sertifikasi AQAS diharuskan mengirimkan dokumen evaluasi diri atau self evaluation report. Dokumen tersebut nantinya akan membantu tim penilai AQAS untuk menentukan lembaga pendidikan tersebut sudah masuk dalam kriteria AQAS atau belum. Tim penilaian AQAS akan memberikan nilai sekaligus rincian dan beberapa pertanyaan terkait dengan manajemen sistem pembelajaran yang ada serta beberapa rincian revisi yang perlu dibenahi oleh lembaga pendidikan tersebut. Tahapan akhir dari proses sertifikasi AQAS adalah proses visitasi. Proses visitasi ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu secara daring dan secara fisik. Visitasi secara daring dilakukan untuk mengklarifikasi dokumen self evaluation report yang telah dikirimkan. Sedangkan visitasi secara fisik akan dilakukan verifikasi terkait fasilitas fisik apa saja yang menunjang sistem pembelajaran yang ada pada lembaga pendidikan tersebut.

“Jadi kemarin visitasinya daring. Daring itu mengklarifikasi self evaluation report yang kita kirimkan dan nanti pada saat luring mereka datang ke sini akan mem-verifikasi fasilitas fisik,” ungkap Pak Andi.

“Kalau yang kemarin tanggal 08-10 Juni itu visitasi daring, lebih ke substansi, jadi kayak kurikulum, pelaksanaan, kegiatan belajar mengajar, fasilitas, itu yang divisitasi. Nah juga sudah masuk ke fasilitas sarana dan prasarana. Mereka akan mengkonfirm itu semua nanti bulan Agutus,” sambung Pak Andi terkait dengan sistem pelaksanaan sertifikasi AQAS di FPIK UB.

FPIK dalam proses sertifikasi AQAS ini telah membentuk Tim AQAS yang berisi 11 perwakilan dosen dari setiap program studi. 11 perwakilan dosen tersebut yang menjadi representasi dan mewakili setiap program studi dalam proses wawancara yang dilakukan oleh tim penguji AQAS. Tim penguji AQAS sendiri terdiri atas 6 panel expert yang bertugas untuk menjadi evaluator dan menilai FPIK UB berdasarkan standar AQAS yang digunakan.

Adakah kendala yang dihadapi oleh FPIK?

Selama pelaksanaan sertifikasi AQAS terdapat beberapa kendala yang dapat menghambat proses sertifikasi. Masih berhubungan dengan manajemen sistem pembelajaran AQAS yang mengacu pada standar pendidikan Eropa, sehingga semua lembaga pendidikan yang ingin mendapat sertifikat AQAS perlu untuk menyesuaikan standar pendidikannya dengan standar pendidikan Eropa. Pak Andi mengungkapkan bahwa kendala tersulit yang dihadapi oleh FPIK yaitu saat penyampaian standar pendidikan secara administrasi yang terasa sulit dan harus hati-hati. Selain itu adanya penjelasan perspektif kurikulum yang dimiliki oleh FPIK kepada tim penguji AQAS juga menjadi poin sulit yang harus dihadapi.

Salah satu poin penting terkait dengan kurikulum yang dimiliki oleh FPIK yaitu lokasi institusi yang memiliki jarak terbilang jauh dengan pesisir atau laut, sedangkan FPIK merupakan fakultas yang bergerak dalam bidang perikanan dan kelautan. Hal ini tentu berbeda dengan standar pendidikan Eropa, yang mana suatu institusi pendidikan yang bergerak dalam bidang khusus selalu berdekatan dengan sumber daya yang dipelajari. Hal tersebut menjadi tantangan yang dihadapi FPIK dalam sertifikasi AQAS ini.

“Kesulitan yang paling tinggi menurut saya pribadi adalah mengsinkronkan standar pendidikan Indonesia dengan standar pendidikan yang dianut di Eropa. Karena sebetulnya standarnya sama, hanya saja penyampaiannya yang secara administrasi berbeda. Itu menurut saya yang paling susah,” jelas Pak Andi.

“Yang kedua masih tentang standar itu, menjelaskan perspektif kurikulum yang kita punya ke mereka. Brawijaya itu marine science tapi kampusnya di puncak gunung. Nah, sementara kalo di Eropa biasanya marine science kampusnya ya di pesisir. Itu bagi mereka menjadi hal yang ‘Kok bisa ya?’, walaupun bagi kita bukan hal yang tidak bisa kan,”

“Nah, sebenarnya secara prinsip tidak ada perbedaan signifikan, tapi bagaimana bisa membuat mereka paham, mengerti, kemudian ‘oh walaupun berbeda pendekatannya tapi memenuhi standar’. Ini yang tricky, yang sulit,” sambung Pak Andi terkait kendala yang dihadapi saat proses sertifikasi AQAS.

Bagaimana hasil sertifikasi AQAS yang diterima oleh FPIK?

Saat ini FPIK UB masih menunggu informasi lebih lanjut dari tim AQAS terkait penilaiannya. Tahapan visitasis AQAS secara fisik pun masih akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang, sehingga saat ini FPIK masih melakukan persiapan lebih lanjut untuk tahap visitasi selanjutnya.

“Secara umum, komentar mereka tidak ada yang mengatakan bahwa FPIK UB tidak memenuhi syarat, tidak ada. Tapi mereka memberikan catatan-catatan yang perlu diperjelas, seperti tadi penyusunan kurikulum, terus yang kedua penjelasan bagaimana kampus di puncak gunung bisa punya marine science. Kita di tahapan sekarang sedang menunggu secara tertulis komentar itu,” ungkap Pak Andi.

Dampak baik sertifikasi AQAS untuk FPIK dan Mahasiswa

Adanya sertifikasi AQAS ini tentunya akan memiliki dampak baik bagi fakultas dan mahasiswanya. Seperti yang telah dijelaskan oleh Pak Andi saat proses wawancara, adanya sertifikasi AQAS ini dapat membantu FPIK untuk semakin meningkatkan kualitasnya yang memenuhi standar dan terpercaya, tak hanya dari manajemen sistem pembelajarannya tapi juga meningkatkan reputasi FPIK UB. FPIK UB juga akan lebih mudah untuk melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan tujuan meningkatkan kualitas maupun relasi.

Disamping itu, dampak baik yang dapat dirasakan oleh mahasiswa adalah mudahnya sistem akademik bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan program S2 ke luar negeri terutama di Benua Eropa. Pencarian lapangan kerja pun akan lebih dimudahkan dengan adanya sertifikasi AQAS ini. Perusahaan akan melihat bahwa alumni-alumni yang berasal dari FPIK UB memiliki kualitas yang baik.

“FPIK UB yang berkualitas dengan adanya AQAS, kita mendapat masukan yang tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya tentang penataan kurikulum, tentang bagaimana me-manage berjalannya praktikum misalnya. Kedua FPIK UB bereputasi, kalau reputasi berarti kan kita dikenal. Kita dikenal dengan kualitas kita yang memenuhi standar yang terpercaya sehingga untuk alumni sendiri menjadi lebih mudah, tidak susah-susah untuk membuktikan diri berasal dari perguruan tinggi atau prodi yang baik,”

“(re: mahasiswa FPIK UB) S2 di Eropa, kemudian universitasnya melihat FPIK UB tersertifikasi AQAS, ya sudah tidak ada masalah. Mereka tidak akan mengharuskan materikulasi maupun yang lain. Termasuk untuk bekerja di perusahaan. Tersertifikasi AQAS itu bukan satu-satunya, tapi salah satu cara kita menunjukkan bahwa kita me-manage dengan terencana, dengan baik, sehingga kalau mahasiswa melewati proses ini mestinya alumninya sebagian besar juga memenuhi standar-standar yang baik,” jelas Pak Andi terkait dampak adanya sertifikasi AQAS.

Rencana FPIK UB yang diungkapkan oleh Pak Andi ke depannya setelah adanya AQAS yaitu terus meningkatkan kualitas maupun reputasi FPIK UB. Harapan Pak Andi dengan adanya sertifikasi AQAS ini akan terus meningkatkan kualitas, baik dari FPIK UB maupun mahasiswanya.

“Dengan sertifikasi AQAS ini harapan kami (re: dapat) disadari sebagai upaya untuk membuka peluang lebih baik untuk mahasiswa dan alumni dan menjadi panduan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang ada. Oleh karena itu seiring dengan sertifikasi AQAS ini, manfaatkan peluangnya, minta doa dan dukungannya dan berikan masukan apa yang bisa kita perkuat untuk memenuhi standar-standar pendidikan.” (dnp)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: The 5 Levels of Leadership

  gambar: media.oiipdf.com Oleh : Mutahassin Bilhaq   Identitas Buku Judul               : The 5 Levels of Leadership Penulis            : John C. Maxwell Penerbit          : Center Street Tahun Terbit   : 2011 Halaman         : 452 halaman Kategori          : Leadership Bahasa             : Inggris Harga              : $17.66 Ringkasan "Leadership is one of my passions. So is teaching it. I’ve dedicate more than thirty years of my life to helping others learn what I know about leading. In fact, I spend about eight days every year teaching leadership. In the last several years, I’ve thought about it on six continents. The subject is inexhaustible. Why? Because everything rises and falls on leadership. If you want to make a positive impact on the world, learning to lead better will help you do it.” -hlm. 7 The 5 Levels of Leadership merupakan salah satu dari sekian banyak buku karya John C. Maxwell, beliau merupakan penulis, pembicara, dan sekaligus pakar

HARIAN AQUA (Vol. 33): HARGA BBM NAIK, APA KATA MAHASISWA?

Harga BBM Naik, Apa Kata Mahasiswa? (Sumber: garta.com) Malang, LPM AQUA -Selasa (12/09/2022), BBM atau singkatan dari bahan bakar minyak merupakan jenis bahan bakar yang dihasilkan dari suatu pengilangan ( refining) minyak mentah ( crude oil ). Minyak mentah yang berasal dari perut bumi ini diolah dalam pengilangan dahulu untuk menghasilkan suatu produk-produk minyak yang termasuk di dalamnya yaitu BBM. Pemerintah pada S abtu, 3 September 2022, resm i menaikkan harga BBM atau menghapus subsidi BBM. Berbagai tanggapan menanggapi kenaikan dari harga BBM tidak menyurutkan langkah pemerintah. Harga Solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan pertamax yang non-subsidi naik di harga Rp 14.500 dari sebelumnya Rp 12.500 per liter.      (Sumber: pertamina.com) Berbagai respon pun tertuai terutama dari kalangan mahasiswa. Para mahasiswa memberikan beragam tanggapan mengenai kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia.

RESENSI BUKU: SEIKHLAS AWAN MENCINTAI HUJAN

Seikhlas Awan Mencintai Hujan (Sumber: pustakabukubekas_pinterest.com) Malang, LPM AQUA -Jumat (25/03/2022) Buku ini mengajarkan cara bagaimana kita mengikhlaskan sesuatu yang kita sendiri tidak mau melepaskannya. Terkadang tuhan menghadirkan kehilangan bukan untuk ditangisi, tetapi untuk mengajari agar jangan terlalu dalam berharap pada seseorang. Tidak ada siapa pun yang akan sanggup kehilangan seseorang yang paling kita inginkan dalam hidup. Seseorang yang sangat kita harapkan untuk tinggal dan menua di bawah satu atap yang sama. Seseorang yang pernah kita bayangkan tentang menjalani suatu pagi dan menyambut matahari berdua bersama. Seseorang yang kepadanya ia pernah berencana membuat sepasang kursi, tempat di mana bisa duduk untuk menyaksikan langit senja. Seseorang yang kepadanya ia berjanji untuk saling menjaga hingga tutup usia.  Bagaimana bila nama yang kau sebut di sepertiga malammu bukan nama yang ingin Tuhan satukan denganmu?  Pada akhirnya, tidak ada yang mampu dilakukan se