Langsung ke konten utama

HARI IKAN NASIONAL

 HARI IKAN NASIONAL

pexels.com

Malang, LPM AQUA-Minggu (21/11/2021) Hari Ikan Nasional selama ini diperingati setiap tanggal 21 November. Hari Ikan Nasional atau yang biasa disebut Harkannas ditetapkan atas Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2014, tepatnya pada tanggal 24 Januari 2014. Pertimbangan penetapan Hari Ikan Nasional didasari atas dua faktor. Faktor yang pertama yaitu fakta bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang sudah pasti memiliki potensi ikan yang melimpah dan perlu dimanfaatkan secara optimal dan dapat lestari untuk bangsa. Faktor yang kedua yaitu untuk medukung ketahanan pangan dan gizi nasional serta perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat aakan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai bahan pangan dengan kandungan protein yang tinggi.

kkp.go.id

Hari Ikan Nasional sendiri memiliki logo yang selalu dipakai setiap memeringati Hari Ikan Nasional tersebut. Logo Hari Ikan Nasional berbentuk seperti siluet ikan dan manusia. Arti dari logo tersebut telah dijelaskan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 70 Tahun 2014, yaitu:

  • Logo berbentuk siluet ikan dan manusia yang sedang mengangkat tangan dan keduanya saling bertautan menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia bangga sebagai bangsa maritim dan gemar dalam mengonsumsi ikan
  • Siluet manusia yang sedang mengangkat tangan menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki semangat, kesehatan, kecerdasan, keterampilan dan keceriaan yang mana diperoleh dari hasil dalam mengonsumsi ikan
  • Warna biru muda yang terdapat pada bagian tubuh manusia yang sedang mengangkat tangan menggambarkan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan maritim yang selalu melekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia
  • Warna biru tua yang terdapat pada bagian tubuh manusia menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki jati diri sebagai bangsa maritim
  • warna biru tua yang terdapat pada bagia ekor ikan menggambarkan dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan terdapat prinsip yang menjunjung tinggi keberlanjutan dan kelestarian
  • Tulisan Harkannas (Hari Ikan Nasional) menggambarkan kesan yang dinamis dan modern. terdapat keseimbangan dan ikatan yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk tetap mengembangkan perikanan sebagai pilar pembangunan.
Seruan untuk gemar ikan selalu diramaikan di berbagai media. Tujuan utamanya adalah agar masyarakat Indonesia semakin gemar untuk menjadikan ikan sebagai salah satu bahan makanan utama yang mengandung protein. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Untuk semakin meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengadakan sebuah gerakan yaitu Gerakan Memasyaratkan Ikan (GEMARIKAN). Dengan gerakan ini pihak KKP menyediakan informasi tentang serba-serbi ikan dan kategori ikan yang layak untuk dikonsumsi.



Sumber:

https://kkp.go.id/djpdspkp/artikel/25012-sejarah-dan-arti-logo-hari-ikan-nasioanal-harkannas-yang-diperingati-setiap-tanggal-21-november

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ikan_Nasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...