Langsung ke konten utama

INFOGRAFIS : Mengenal Hewan Aquatik: Cephalopoda

Mengenal Hewan Aquatik: Cephalopoda


(Doc. LPM Aqua)

Sefalopoda (Cephalopoda) atau biasa disebut dengan hewan berkaki di kepala, hewan ini termasuk ke dalam kelas filum moluska yaitu hewan bertubuh lunak dengan cangkang maupun tanpa cangkang. Sefalopoda (Cephalopoda) mencakup beberapa macam berupa gurita, cumi-cumi, dan sotong. Hewan ini merupakan jenis hewan aquatik yang seluruh hidupnya di perairan laut. Namanya diambil dari bahasa Yunani yaitu "kaphale" berarti kepala dan "podos" berarti kaki, sehingga dapat didefinisikan sebagai hewan berkaki di kepala. 

Sefalopoda termasuk ke dalam spesies purba yang dapat di temukan di berbagai belahan samudera seluruh dunia. Hidup Sefalopoda diperkirakan berawal sekitar 500 juta tahun lalu. Selain itu, Sefalopoda termasuk hewan invertebrata yaitu hewan tanpa tulang belakang. Oleh sebab itu, Sefalopoda memiliki tubuh yang lentur.

Sefalopoda juga memiliki berat yang beragam mulai dari 0,2 ons sampai dengan 440 pon dengan berbagai ukuran yaitu ½ inci sampai 30 kaki. Sefalopoda juga memiliki umur yang lumayan panjang tergantung dengan kondisi ekosistemnya dengan kisaran 1 sampai 15 tahun lamanya.

Ciri khas yang terdapat pada Sefalopoda berupa:

1. Tentakel yang memiliki kekuatan untuk menghisap

2. Lengannya yang terletak di kepala membuatnya berbeda dari hewan pada umumnya

3. Lidahnya memiliki tekstur yang kasar

4. Matanya yang sangat sensitif meskipun hidup di dalam air dan sangat peka terhadap cahaya matahari.

5. Saraf dan sistem pencernaan yang dimiliki sangat kompleks.

Meskipun gurita, cumi-cumi, dan sotong masuk ke dalam kelas Sefalopoda tetapi mereka memiliki perbedaan, meskipun tidak mencolok. Mari kita lihat! Apa saja sih perbedaan dari ketiganya.

Pertama, gurita atau yang memiliki nama asing Octopus yang masuk ke dalam salah satu jenis binatang moluska dari kelas Cephalopoda. Gurita termasuk ke dalam ordo Octopoda. Biasa hidup di area-area terumbu karang. 

Beberapa gurita hidup di perairan dangkal dengan kedalaman 2000 mt.s atau setara dengan 6.600 kaki. Namun terdapat juga yang bertahan hidup pada kedalaman 14000 kaki.

Gurita memiliki ciri-ciri: 

1. Terdiri dari 8 lengan. Lengannya terdiri sepenuhnya atas otot dan sel otak

2. Tidak memiliki cangkang luar sebagai pelindung maupun cangkang dalam atau tulang seperti cumi-cumi dan sotong

3. Memiliki 3 buah jantung yang memompa darah, selain itu darah gurita kaya dengan tembaga

4. Gurita berkembang biak dengan cara bergandengan dan memiliki masa hidup singkat yaitu 3-5 tahun

Gurita juga memiliki hari peringatan sebagai bentuk apresiasi atas keberagaman, konservasi, dan biologinya. Biasa disebut dengan "Hari Gurita Internasional" yang biasa diperingati setiap tanggal 8 Oktober sebab gurita memiliki 8 lengan.

Selain itu gurita termasuk salah satu makhluk paling cerdas di planet ini, maka dari itu gurita memiliki kemampuan untuk mengingat.

Kedua, cumi-cumi. Meskipun memiliki bentuk yang hampir mirip cumi-cumi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan gurita. Yuk kita bahas! Apa saja sih itu.

Ciri-ciri cumi-cumi :

1. Cumi-cumi adalah hewan berbentuk tabung dan bertubuh lunak

2. Akson besar cumi-cumi ini memiliki diameter 1 mm

3. Cara cumi-cumi hidup dan menangkap mangsanya

4. Cumi-cumi memiliki habitat di perairan laut dangkal hingga kedalaman lautan

5. Cumi-cumi merupakan invertebrata tercepat dan juga ada yang terbesar di dunia

6. Cara cumi-cumi berkembang biak

Cumi-cumi berkembang biak dengan cara bertelur.

Fakta uniknya cumi-cumi memiliki tubuh berbentuk tabung dan struktur internal kecil seperti batang yang disebut pen yang dapat membantu menopang tubuh cumi-cumi.

Serta yang terakhir ada sotong (sepia sp). Sotong (sepia sp) adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai maupun laut atau danau. Hewan ini dapat ditemukan di hampir semua perairan yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Sotong memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan gurita, tetapi sotong sering kali disalah tafsirkan sebagai cumi-cumi karena memiliki kemiripan. Tapi, sebenarnya jika dilihat dengan teliti cumi-cumi dan sotong memiliki beberapa perbedaan. Berikut pemaparannya.

Ciri-ciri sotong :

1. Sotong memiliki delapan lengan

2. Dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya

3. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm

4. Cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras

5. Sotong memiliki cangkang internal yang unik, atau cuttlebone

Dapat dilihat dari ciri-ciri makhluk hidup aquatik kelas Cephalopoda bahwa meskipun terdapat kemiripan antara ketiganya tetapi mereka memiliki perbedaan apabila kita amati dengan teliti (nf & h).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...

INFOGRAFIS: MENGENAL SKEMA BLUE ECONOMY

MENGENAL SKEMA BLUE ECONOMY Doc. LPM AQUA Malang, LPM AQUA- Kamis (02/12/2021) Pada kondisi sekarang ini Indonesia sedang marak-maraknya berupaya membangun perekonomian di segala bidang. Utamanya di bidang kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar baik dalam sektor potensi hasil keanekaragaman hayati maupun pariwisata. Baru ini sektor kelautan dan perikanan Indonesia digambarkan sebagai salah satu faktor pengungkit perekonomian. Oleh sebab itu, KKP berkolaborasi bersama Rebublik Seychelles pada tanggal 30 November dengan rancangan kerjasama dan investasi berbasis " Blue Economy ". Blue Economy atau ekonomi biru sendiri merupakan sebuah skema baru untuk mempelopori masa depan dunia kelautan dan perikanan yang lebih maju, strategis, dan berkualitas. Dalam proses pengembangannya, terdapat wacana oleh KKP yang bekerja sama dengan Republik Seychelles di beberapa bidang kelautan dan perikanan dalam upaya terwujudnya keseimbangan ekologi dan ekonomi serta inovasi teknologi...