Langsung ke konten utama

HARIAN AQUA (Vol. 6): PERSIAPAN FPIK UB MENJELANG PERKULIAHAN HYBRID LEARNING

PERSIAPAN FPIK UB MENJELANG PERKULIAHAN HYBRID LEARNING

(Sumber: Dok. LPM AQUA)

Malang, LPM AQUA-Jumat (04/02/2022) Universitas Brawijaya telah memperbolehkan pelaksanaan perkuliahan tatap muka, melalui surat edaran rektor tentang perkuliahan semester genap tahun akademik 2021/2022. Mulai dari perkuliahan, bimbingan, kuliah kerja atau praktik kerja magang, ujian tugas akhir, maupun praktikum. Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan pun akhirnya turut memperbolehkan dilaksanakannya perkuliahan tatap muka dengan segala pertimbangan.

FPIK menyetujui untuk melakukan perkuliahan tatap muka (PTM) dengan menerapkan sistem hybrid learning. Hybrid learning sendiri merupakan sistem pembelajaran campuran dengan sebagian mahasiswa mengikuti perkuliahan secara luring dan sebagian lagi secara daring. Meskipun rektor telah memperbolehkan untuk semua angkatan melakukan PTM, namun FPIK memutuskan untuk memperbolehkan angkatan 2019 saja yang melakukan PTM, dengan syarat mahasiswa tersebut telah melakukan vaksinasi covid sebanyak minimal 2 kali dan menyerahkan surat pernyataan dan persetujuan orang tua. Alasan hanya angkatan 2019 saja yang diperbolehkan untuk PTM karena masih dibutukan adaptasi secara bertahap.

“Saya yakin tidak hanya mahasiswanya yang harus beradaptasi, tapi dosen, staff akademik itu juga harus adaptasi. Oleh karena itu, walaupun instruksi rektor seluruh angkatan, FPIK UB mengambil pendekatan moderat, dibuat PTM bertahap.

“Apalagi, ini kan sudah resmi Indonesia masuk ke gelombang ketiga covid. Itu yang membuat, apa ya, kami menjadi lebih berhati-hati lagi. Mudah-mudahan 19 masuk, sistemnya terbentuk sehingga bisa mengukur kemampuan kita,” jelas Pak Andi, Wakil Dekan 1 FPIK UB bidang akademik.

Diharapkan dengan adaptasi yang dimulai dari masuknya angkatan 2019 dapat menjadi tolak ukur dari sistem yang telah dilaksanakan. Rencananya, apabila sistem hybrid learning ini dapat berjalan dengan baik, kuota angkatan yang lain akan ditambah secara bertahap.

Para pimpinan UB, kemarin sore telah melakukan rapat mengenai pelaksanaan PTM, dan terdapat beberapa perubahan pada ketentuan sebelumnya, antara lain:

  1. Kuota mahasiswa per kelas dibatasi hanya 25% dengan asumsi semua angkatan masuk, padahal sebelumnya 50% per kelas
  2. PTM berlaku untuk semua angkatan, tidak hanya beberapa angkatan saja
  3. Dosen yang berusia 60 tahun ke bawah tidak bisa menolak untuk melakukan PTM, kecuali bagi dosen yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

2  Terkait dengan hal tersebut, pihak FPIK UB akan mendiskusikan kembali dan mengajukan banding kepada pimpinan UB.

    Mengenai sistem perkuliahan, Pak Andi menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan dari segi sistem kuliah. Proses belajar mengajar akan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja dilakukan secara hybrid. Dosen akan tetap masuk ke dalam kelas, menjelaskan seperti biasa kepada mahasiswa yang hadir secara luring. Nantinya proses belajar mengajar tersebut akan direkam dengan bantuan motion detect camera yang mengarah langsung kepada dosen. Adanya kamera tersebut akan membantu menayangkan materi perkuliahan bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform zoom meeting. Durasi perkuliahan akan dibatasi maksimal 60 menit per mata kuliah.

Kuota mahasiswa yang dikehendaki oleh akademik FPIK sebesar 50% dari total mahasiswa per kelasnya. Namun, berhubung dengan adanya ketentuan baru dari UB mengenai kuota per kelas yang dibatasi maksimal 25% dari total mahasiswa per kelasnya, FPIK nantinya akan mengajukan banding agar total mahasiswa tetap 50% dari total mahasiswa per kelas dikarenakan hanya angkatan 2019 saja yang masuk.

Terkait dengan perizinan orang tua terhadap anaknya yang ingin mengikuti PTM, FPIK membebaskan kepada orang tua mahasiswa untuk memperbolehkan atau tidak anaknya untuk mengikuti PTM dengan syarat menyertakan surat pernyataan kepada staff akademik FPIK UB.

“Saya paham kekhawatiran orang tua, kekhawatiran teman-teman paham, sehingga secara tegas saya sampaikan ke staff akademik. Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya datang ke kampus, gapapa buat surat pernyataan saja, lalu mahasiswanya mengambil kuliahnya daring. Gapapa kok, ga ada konsekuensi khusus,” jelas Pak Andi.

Protokol kesehatan perkuliahan hybrid learning yang dilakukan oleh FPIK sendiri, mengacu pada buku pedoman yang disusun oleh satuan satgas covid UB, yang nantinya akan di-upload pada website resmi UB. Satgas covid UB akan menyusun standar protokol kesehatan untuk hybrid learning UB. Untuk standar prokes yang digunakan oleh FPIK selama hybrid learning nantinya masih sama seperti yang telah banyak diterapkan, yaitu dengan physical distancing, penggunaan hand sanitizer, mencuci tangan, pemeriksaan suhu, dan lain sebagainya.

Untuk satgas covid yang diaktifkan oleh FPIK demi menunjang perkuliahan hybrid learning terdiri dari elemen fakultas, departemen (jurusan), perwakilan setiap prodi, dan relawan dari mahasiswa FPIK. Rencananya, program relawan mahasiswa tersebut akan dijadikan salah satu program MBKM. Namun, program tersebut masih akan didiskusikan lagi.

Terkait dengan perkuliahan, proses perkuliahan yang ada di FPIK untuk minggu pertama perkuliahan akan dilaksanakan secara daring terlebih dahulu. Hal tersebut disebabkan karena masih dilaksanakannya KRS dan KPRS, serta pihak akademik FPIK ingin mengetahui terlebih dahulu kapasitas kelas yang dibutuhkan. Perkuliahan selanjutnya pada minggu kedua, 14 Februari 2022, akan dilaksanakan secara luring atau PTM hingga masa perkuliahan semester genap ini selesai.

(Sumber: Dok. LPM AQUA)

Ruang kelas yang disediakan oleh FPIK untuk hybrid learning sebanyak 8 ruang kelas. 6 ruang kelas berada di gedung D dan 2 ruang kelas di gedung C. Kapasitas ruang kelas tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu hingga mencapai target yang diajukan oleh dekan, sebanyak minimal 24 ruang kelas sebelum pertengahan semester. Penambahan jumlah ruang kelas tersebut bersamaan dengan bertambahnya jumlah kuota angkatan.

“Nah, kita kan sudah menghitung kemarin, bahwa untuk bisa menampung satu angkatan perlu 8 kelas. Berarti, FPIK ngebut lagi, bikin 8 lagi. Begitu 8 sudah tersedia, maka kita tinjau angkatan berapa yang masuk. Setelah itu bikin lagi 8 kelas, terus seperti itu, sekaligus memastikan aman,” jelas Pak Andi.

Proses praktikum juga diperbolehkan untuk bisa dilaksanakan secara luring dengan kuota yang sama dengan hybrid learning, yaitu maksimal 25% pada setiap laboratorium. Namun, terkait dengan proses praktikum tersebut diserahkan kembali kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan. (dnp)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...