Langsung ke konten utama

Suka Makanan Jepang? Berikut 5 Ikan yang Populer Dijadikan Sushi

 Suka Makanan Jepang? Berikut 5 Ikan yang Populer Dijadikan Sushi

Pasti rasanya enak banget deh


Tentunya kita tidak asing dengan makanan yang satu ini. Sushi merupakan hidangan yang berasal dari Jepang. Makanan ini umumnya terdiri dari nasi yang disajikan bersama ikan, daging, dan sayur yang biasanya masih segar dan mentah. Di Indonesia sendiri, makanan ini cukup terkenal di masyarakat.

Banyak restoran Jepang yang menyediakan sushi di menu mereka. Tapi apakah kalian tahu ikan apa saja yang populer dijadikan sushi? Berikut daftarnya.

1. Tuna


Tuna merupakan jenis ikan pelagis, yaitu golongan ikan yang hidup di daerah permukaan air. Ikan ini termasuk ke dalam ikan yang mempunyai nilai komersial yang tinggi, serta kaya akan vitamin dan mineral, tidak heran jika tuna menjadi primadona untuk diolah menjadi sushi. Tuna sendiri memiliki banyak jenis, yang paling terkenal yaitu: tuna sirip kuning, tuna sirip biru, tuna mata besar, dll. 

 

2. Salmon


Selain tuna, salmon juga sering dijadikan olahan sushi, baik dalam bentuk mentah maupun dalam bentuk salmon asap. Selain rasanya yang enak, ikan ini juga kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya yaitu kandungan omega 3 yang bermanfaat menjaga kesehatan otak. Salmon sendiri merupakan ikan anadromus, mereka lahir di air tawar, bermigrasi serta besar di laut, dan kembali ke air tawar untuk memijah.

 

3. Yellowtail


Ikan ini mempunyai nama lain yaitu Greater Amberjack atau orang Indonesia biasa menyebutnya ikan kuwe batu. Yellowtail bisa ditemui hampir di seluruh lautan dan juga cukup populer untuk diolah menjadi sushi. Ikan ini mempunyai tenaga yang sangat kuat, para pemancing harus sabar meladeni perlawanannya. Normalnya ikan ini dapat dijumpai di kedalaman 18-72 meter, tetapi rekor terdalam yellowtail terlihat di kedalaman 360 m.

 

4. Halibut


Ikan selanjutnya yang sering diolah menjadi sushi yaitu halibut. Halibut merupakan ikan demersal, yaitu ikan yang hidup di dasar perairan. Ikan ini mempunyai bentuk yang unik, yaitu pipih dengan mata yang menghadap ke atas. Halibut banyak di jumpai di perairan Utara Samudra Altantik dan Samudra Pasifik, di Indonesia sendiri sering dijumpai di perairan Utara Jawa, Sumatra, hingga Papua.

 

5. Mackerel


Sama seperti tuna, mackerel juga merupakan ikan pelagis dan sering ditemukan berkelompok. Sebenarnya mackerel merupakan nama yang diberikan untuk beberapa spesies ikan pelagis yang berbeda, khususnya dari keluarga Scombridae. Ciri khasnya yaitu garis-garis vertikal yang terdapat di punggung mereka. Walaupun ikan ini termasuk ke dalam komersial sedang, tetapi cukup digemari untuk diolah menjadi sushi.

Dari daftar ikan di atas, sudah pernah makan yang mana? Semoga Informasi di atas bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu (dnp).

 

 

oleh : Mutahassin Bilhaq-IDN Times 

pernah diterbitkan di IDN Times

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...

INFOGRAFIS: MENGENAL SKEMA BLUE ECONOMY

MENGENAL SKEMA BLUE ECONOMY Doc. LPM AQUA Malang, LPM AQUA- Kamis (02/12/2021) Pada kondisi sekarang ini Indonesia sedang marak-maraknya berupaya membangun perekonomian di segala bidang. Utamanya di bidang kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar baik dalam sektor potensi hasil keanekaragaman hayati maupun pariwisata. Baru ini sektor kelautan dan perikanan Indonesia digambarkan sebagai salah satu faktor pengungkit perekonomian. Oleh sebab itu, KKP berkolaborasi bersama Rebublik Seychelles pada tanggal 30 November dengan rancangan kerjasama dan investasi berbasis " Blue Economy ". Blue Economy atau ekonomi biru sendiri merupakan sebuah skema baru untuk mempelopori masa depan dunia kelautan dan perikanan yang lebih maju, strategis, dan berkualitas. Dalam proses pengembangannya, terdapat wacana oleh KKP yang bekerja sama dengan Republik Seychelles di beberapa bidang kelautan dan perikanan dalam upaya terwujudnya keseimbangan ekologi dan ekonomi serta inovasi teknologi...