Langsung ke konten utama

OPINI: KEBEBASAN BUKAN BERARTI TIDAK PATUH

Kebebasan Bukan Berarti Tidak Patuh

Oleh: Titis Dwi Andhani

(Sumber: Leah Kelley-pexels.com) 

Tepat tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. Penetapan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kebebasan pers dan mengingatkan pemerintah untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak atas kebebasan berekspresi. Hal ini sesuai dengan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948, “Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan dengan tidak memandang batas-batas (wilayah)”. Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, tahun ini UNESCO mengusung tema “Jurnalisme di Bawah Kepungan Digital”. Tema ini diusung dengan menyoroti berbagai permasalahan pers yang terjadi, pengancaman terhadap jurnalis dan pemberitaan yang diterbitkan. Serangan yang dimediasi secara digital terhadap jurnalis serta konsekuensi dari serangan yang muncul pada kepercayaan publik terhadap komunikasi digital juga menjadi faktor atas pengangkatan tema Hari Kebebasan Pers Sedunia pada tahun ini.

Ancaman demi ancaman dari pihak tertentu, dirasa menjadi satu fakta atas aktualnya pemberitaan yang diterbitkan. Kebebasan bersuara nyatanya tidak bebas. Terbukti beberapa kawan-kawan pers mahasiswa yang menerbitkan berita seputar kampus mereka justru imbasnya adanya pengancaman. Apakah memang begitu arti kebebasan bersuara?

Terkadang ada saja oknum yang sengaja mengadu domba dan berperan sebagai benang merah dalam satu masalah. Sebenarnya bukan masalah, karena masalah itu terjadi jika ada pihak yang sengaja mempermasalahkan dan ada saja yang percaya terhadap omong kosong dari pengadu domba tanpa mencari faktanya terlebih dahulu. Inilah yang terkadang menyebabkan pers dianggap sebagai pembawa kericuhan.

Anggota pers mempunyai kode etik jurnalistik yang digunakan sebagai pedoman dalam setiap langkah perjalanan pers. Apabila pedoman itu tidak diterapkan, maka terjadi kelemahan dan kegagalan pers dalam mewartakan berita. Apabila prinsip jurnalisme dan etika dipegang oleh setiap anggota pers, maka kebebasan pers akan berjalan tanpa adanya lagi pencederaan atau pengancaman terhadap jurnalis.

Meskipun pers berperan sebagai media berekspresi dan wadah untuk bersuara, namun jangan sampai narasi yang diberitakan justru melenceng dari fakta. Beberapa berita terkadang hiperbola dalam menulis judul berita, yang mana isi beritanya terkadang tidak nyambung dengan judul yang diangkat. Kebiasan penulisan yang sembrono inilah yang menjadi satu faktor mengapa pers selalu dianggap kebablasan dalam menerbitkan berita.

Kebebasan pers tidak dapat didefinisikan bebas tanpa memperhatikan akibat. Peran pers sebagai jembatan penyelesaian konflik dan pemberitaan konflik, tanpa melebih-lebihkan apa yang ada di dalamnya. Kebebasan pers harus dijaga, sebagai sarana dalam mendialogkan konflik yang terjadi, agar segenap bangsa, masyarakat, dapat terlibat dialog dalam upaya mencari solusi konflik. Melalui pers yang bebas akan mencegah agar urusan bangsa tidak dimonopoli oleh sekelompok orang, kelompok, atau elite kekuasaan. Pers yang menggunakan kebebasan secara berlebihan justru akan mengancam dirinya sendiri. Pers yang terlalu bebas akan menjadi pemicu anarki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

KOMODITI EKSPOR PERIKANAN INDONESIA

KOMODITI EKSPOR PERIKANAN INDONESIA Doc. LPM AQUA Malang, LPM AQUA -Selasa (21/12/2021) Pandemi Covid-19 diklaim sebagai penyebab utama disrupsi perdagangan dunia saat ini, tidak terkecuali perdagangan produk perikanan dimana total nilai ekspor produk perikanan global mencapai USD152 miliar atau turun 7% dibanding 2019. Namun, di saat seluruh eksportir utama produk perikanan juga mengalami penurunan nilai ekspor, kabar baiknya ekspor produk perikanan Indonesia justru mengalami peningkatan dan Indonesia naik 2 peringkat menjadi berada di posisi 8 sebagai eksportir utama produk perikanan dunia tahun 2020. Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap , nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020 mencapai USD5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% dibandingkan tahun 2019. Berbanding terbalik dengan Indonesia, sebagian besar negara eksportir utama produk perikanan dunia mengalami penurunan cukup siginifikan dibanding 2019, seperti Tiongkok turun 7,8%, Norwegia turun 7,5%, Vietnam turu...