Langsung ke konten utama

HARIAN AQUA (Vol. 46): MENARIK, JANGAN SEPELEKAN KEKUATAN GEN-Z DALAM PEMILU

 

Menarik, Jangan Sepelekan Kekuatan Tersembunyi Gen-Z Dalam Pemilu


Berkaca pada pemilu Thailand yang dilakukan pada 14 Mei 2023 kemarin, banyak fakta unik yang menarik untuk diulik. Salah satunya adalah peran anak muda alias Gen-Z yang mengambil peran besar dalam merubah arah politik Thailand kedepannya.

Menangnya Partai perwakilan anak muda Thailand

Salah satu hal yang mengejutkan adalah salah satu partai anak muda di Thailand, yaitu Gaaw Glai, berhasil menempati urutan pertama dalam perolehan suara.

Partai yang diketuai oleh Pita Limjaroenrat ini memang sedang naik daun karena dipimpin oleh perwakilan anak muda. Terlebih dengan adanya sentimen publik terhadap kepemimpinan ala militer Lung Tuu yang sudah berlangsung 8 tahun.

Program yang diusung partai ini cukup menarik yaitu seperti pemberian lotre di struk belanja, program bus elektrik, kenaikan Upah 450 bath yang akan diberikan secara angsung hingga dengan berani akan menghapus wajib militer.

Partai Pita Limjaroenrat ini ternyata berhasil memenangkan perolehan suara dan masuk ke daftar puncak partai dengan suara terbanyak yaitu 152 kursi.

Apakah  Pita Limjaroenrat akan menjadi Perdana Menteri Thailand selanjutnya?

Proses pemilu di Thailand berbeda dengan Indonesia. Pemilu yang dilakukan 14 Mei kemarin bukan untuk memilih Perdana Menteri secara langsung, namun untuk mengumpulkan kursi perwakilan partai di DPR dan Senat.

Semakin banyak kursi yang didapatkan maka akan semakin berpotensi untuk menguasai suara di DPR dan Senat untuk memilih Perdana Menteri. Total kursi DPR dan Senat Thailand adalah 750, sehingga untuk memenangkan suara akan membutuhkan 50% + 1 kursi.

Partai Gaaw Glai yang diketuai oleh Pita Limjaroenrat tentu saja akan membutuhkan dukungan partai lainnya untuk memenuhi jumlah kursi DPR dan Senat agar menjadi Perdana Menteri. 

Untuk merauo jumlah total suara 376, maka Pita Limjaroenrat masih akan membutuhkan 224 suara lainnya.

Sehingga hal inilah yang menjadikan ketua partai yang berumur 42 tahun ini terus melakukan koalisi dengan partai lainnya. Beberapa partai yang tercatat berkoalisi dengan Partai yaitu Gaaw Glai adalah Partai Pheua Thai pimpinan Ung Ing Sinawatra yang berada pada posisi kedua perolehan suara pemilu, kemudian ada Partai Pracharat, Partai Thai Saang Thai, Partai Seri Ruam Thai dan Partai Pen Tham.

Koalisi Partai Generasi Muda yang Membuat Lung Tuu Ketar Ketir

Lung Tuu, Perdana Menteri Thailand yang sudah menjabat selama 8 tahun memang banyak menimbulkan pro dan kontra selama masa pemerintahan militernya. Perlawanan demi perlawanan hingga aksi demo yang berlangsung terus menerus dari kalangan muda Thailand, membuat pamor Lung Tuu perlahan memudar.

Perlawanan dari generasi muda di Thailand ini menyita perhatian publik karena dilakukan dengan massive. Mulai dari demo turun ke jalan hingga menggunakan lagu untuk menyindir Perdana Menteri Thailand itu.

Terlebih dengan perolehan suara perwakilan anak muda pada pemilu kemarin yang tidak bisa disepelekan. Program United Thai Nation Party yang merupakan partai pengusung Lung Tuu sepertinya tidak bisa menutup kekecewaan banyak masyarakat terhadap kemepimpinan militernya selama ini.

Mungkinkah Kekuatan Gen-Z Thailand Akan Merubah Peta Politik?

Walaupun partai anak muda Thailand seperti Gaaw Glai masih banyak juga dipertanyakan kemampuannya dalam memimpin negara, namun hal ini tidak menyurutkan semangat anak mudanya untuk melakukan perubahan.

Dari hasil pemilu Thailand yang dilangsungkan 14 Mei kemarin ini, ada banyak pelajaran yang bisa Indonesia ambil. Kekuatan suara pemilih pertama seperti Gen-Z akan mengambil peran penting. Terlebih untuk negara yang ingin melakukan suatu perubahan.

(Gianina)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi

Open House PINISHI 2024: Maba harus dipindahkan, panitia sebut bagian dari mitigasi Sumber: Dokumentasi AQUA          Malang, LPM AQUA-(17/09/2024)  Open House PINISHI 2024 kembali digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Open House merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PKKMB FPIK UB “PINISHI” 2024. Diselenggarakan tanggal 14 September 2024, panitia mencoba hal baru dalam pengenalan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa FPIK UB. Selain menyediakan stand untuk pengenalan LKM, panitia juga menyuguhkan demonstrasi dari semua LKM FPIK pada mahasiswa baru. Kegiatan demonstrasi dilaksanakan sejak pukul 07.00 di lapangan basket FPIK.            Antusiasme mahasiswa baru sangat terasa dalam menyambut demonstrasi LKM ini. Sayangnya, antusias mereka tidak bertahan lama. Paparan sinar matahari yang terlalu lama hingga membuat 3 mahasiswa baru pingsan saat penyampaian demonstrasi. Hal ini disebabkan karen...

Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri

  Jadi yang Termahal di Bumi! Ini 6 Fakta Menarik Antimateri Pernah mendengar tentang antimateri? Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satu contohnya yaitu positron yang merupakan antimateri dari elektron. Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar. Berikut enam fakta menarik tentang antimateri. 1.     Penemuan Antimateri Antimateri pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris, Paul Dirac pada tahun 1928. Melalui turunan persamaannya, dia menjelaskan adanya elektron yang bermuatan negatif berinteraksi dengan elektron yang bermuatan positif. Menurut dia masih ada partikel yang belum dikenal oleh manusia di alam semesta ini. 2.     Keberadaan antimateri di alam semesta Keberadaan antimateri di alam semesta masih menjadi tanda tanya. Sampai saat i...

ESAI: The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education

  The Significance of Identity Formation in Early Childhood Education By: Mutahassin Bilhaq mentatdgt_pexels.com Malang, LPM AQUA -Wednesday (29/12/2021) Since March 2020, Indonesia has been experiencing a Covid-19 pandemic. This condition undoubtedly has a significant impact on several sectors, including education. Regulations imposed by the government, such as the wearing of masks, the keeping of a safe distance, the prohibition of gathering, and so on, have caused many agencies, including educational institutions, to implement a variety of new policies in the conduct of their activities. At the start of the pandemic, the government instructed people to study for 14 days online from home, and it turned out that this instruction was extended into the following year. When we arrive in November 2021, the world has changed dramatically. Many schools and universities throughout this country have and will continue to have limited face-to-face teaching and learning processes with stri...