Langsung ke konten utama

Sabar Berbatas ( Sebuah Peringatan)

Sabar Berbatas ( Sebuah Peringatan)

Zulkisam Pramudia*

Bermain-mainlah di laut, laut keringat kami
Berenanglah di laut, laut keringat kami
Berselancarlah di laut, laut keringat kami
Berlayarlah di laut, laut keringat kami…

Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Menderap langkah, merapat barisan
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berat kita junjung, ringan kita jinjing
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berlumur keringat dan airmata….

Bermain-mainlah di lautan airmata kami
Berenanglah di lautan airmata kami
Berselancarlah di lautan airmata kami
Berlayarlah di lautan airmata kami

Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita timbun, munjung bagai gunung
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita tunda, gunung tak meletus
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Sejak dulu menahan, sejuk bagai gunung

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Injak injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Buang botol-botol minummu di gunung kesabaran kami

Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Sabar jadi riak, riak jadi ombak
Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Gunung pun bergetar, laut bergelora
Bergelora-gelora, bergunung-gunung ombak
Gulungan gelombang keringat dan airmata

Hati hati jangan kau terlena di laut keringat kami
Hati hati jangan kau haha hihi di laut keringat kami
Awas awas awas di gunung kesabaran kami
Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami





* penulis adalah mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Saat ini ia menjabat sebagai koordinator divisi litbang LPM AQUA.

Komentar

Posting Komentar